Anjungan Sulawesi Utara



Anjungan Sulawesi Utara di TMII menampilkan dua rumah adat sebagai bangunan induknya, yaitu 'wale-wanaro' dan 'Bolaang mongondow'. Keduanya merupakan bangunan diatas tiang dengan pintu utama di bagian depan. Kedua bangunan tersebut digunakan sebagai tempat memperkenalkan daerah terkait, khususnya pada aspek budaya dan kepariwisataannya.Karena diatas rumah pewaris (wale wangko) kita dapat menyaksikan pergaan busana dari 4 daerah di Sulawesi Utara, yaitu Gorontalo, Boraang Mongondow, Minahasa, dan Sangihe Talaud.Sedangkan kolong rumah digunakan untuk memamerkan potensi kekayaan alam, hasil industry dan hasil kerajinan daerah.Di tempat ini juga diperagakan beberapa alat musik tradisional seperti Kolintang dan musik Bambu.



Anjunga ini memiliki tata pertamanan yang terawatt. Di bagian depan anjungan di bangun meninggi sebagai gambaran gunung klabat dengan dua buah patung penari cakalele di dekatnya. Dalam jumlah besar, tari perang itu merupakan grup kawasaran, yang amat berkesan apabila dijadikan tari penyambut tamu. Patung tinggi yang unik, karena menggambarkan setumpuk orang dalam posisi saling mendukung adalah 'Siow Walian'. Patung yang di puncaknya bertengger burung manguni itu, konon merupakan gambaran religi puerwa dan juga merupakan gambaran sikap hidup masyarakat Minahasa yang suka tolong menolong.Di tempat tersebut juga dapat kita saksikan 'Waruga', kuburan nenek moyang.Waruga adalah kuburan para kepala suku (tonaas-tonaas) yang dikebumikan dengan posisi duduk dan tangan melipat.Posisi demikian dimaksudkan untuk menyamakan sikap manusia saat masih di dalam kandungan.Bagian belakang anjungan tampak patung pembuat kopra dan tempat penyulingan saguel yang kemudian menjadi minuman khas Sulawesi Utara.



Informasi umum daerah Sulawesi Utara :



Propinsi daerah tingkat I Sulawesi Utara dibagi menjadi 7 daerah Tk. II



Kabupaten Dati II Sangihe Talaud, ibukota Tahuna



Kabupaten Dati II Minahasa ibukota Tondano



Kabupaten Dati II Bolaang Mongondow ibukota Kotamabaou



Kabupaten Dati II Gorontalo ibukota Issimu



Kabupaten Dati II Manado



Kabupaten Dati II Gorontalo



Kota Administratif Bitung



Sulawesi Utara terdiri dari 4 suku bangsa, maka bahasa daerahnya secara otomati terbagi 4 pula. Sangihe Talaud, Minahasa, Bolaang, Mongondow dan Gorontalo. Keempat suku bangsa tersebut masing-masing menmpunya ciri khas sendiri-sendiri anatara lain sifat keramah tamahan dalam pergaulan dan memiliki suatu sifat yang lebih khas lagi ialah sifat gotong-royong atau Mapalus yang dalam penyebutan berbeda namun bertujuan sama seperti :



- Mopaluse dari Sangihe Talaud



- Mapalus dari Minahasa



- Mo Huyula dari Gorontalo



- Pogogugat dari Bolaangh Mongondow



Objek wisata yang terdapat di propinsi ini sangat menarik untuk dikunjungi, khususnya taman laut bunaken, selain itu juga terdapat taman budaya waruga (kuburan tradisional nenek moyang Minahasa), makam pahlawan Nasional Tuanku Imam Bonjol, Kyai Mojo, Monumen DR. Samratulangi, Eatu Pinawatengan, tempat rekreasi Remboken dengan danau tondano dan air panas, suaka alam Tangkoko Batu Angus dan Demoga Bone. Di tempat ini berdiam marga satwa yang dilindungi, seperti Burung Maleo, Anoa, Babi rusa, Rusa dan Sapi hutan.



Ditinjau dari segi adat istiadat, bahasa, kesenian, peninggalan purbakala dan mata pencaharian yang beraneka ragam, maka daerah tingkat I Sulawesi Utara dibagi menjadi 4 daerah kultural :



1. Sangihe Talaud



2. Minahasa/Manado



3. Bolaang Mongondow



4. Gorontalo/Huluntalo.



Sedangkan alat musik tradisionalnya antara lain Kolintang, musik bia, musik bambu. Tariannya seperti tari maengket, cakalele, tari lenso dan lain-lain.