Denpasar, 6/8 (Antara/FINROLL News) - Bali ingin menjadi tim terbaik dalam ajang Parade Seni Tari Nusantara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta yang diikuti peserta dari 33 provinsi se-Indonesia, Sabtu (8/8).
Bupati Klungkung Wayan Candra di Klungkung, Kamis mengatakan, dirinya yang akan memimpin rombongan duta seni Gita Candra, Kabupaten Klungkung yang ditunjuk mewakili Bali dalam ajang tersebut.
"Kesenian Bali yang sudah terkenal di seluruh dunia, belum pernah berhasil meraih juara dalam Parade Seni Tari Nusantara di TMII. Kesenian dari Provinsi DIY yang tampil sebagai juara umum adalah parade tahun lalu," ujarnya.
Ia mengemukakan, pada kegiatan dalam rangkaian menyambut HUT Kemerdekaan RI ini, Bali akan menampilkan tari "Subak Pemakbak", yang berasal dari kata subak atau oragnisasi petani tradisional di Bali.
"Diambilnya tema subak merupakan wujud rasa bersyukur masyarakat Bali dimana daerah ini sendiri memiliki ikon budaya pada subak dan pada tarian tersebut diisi dengan ucapan syukur kepada Dewi Sri, sebagai lambang kemakmuran," katanya.
Rombongan dari Sekaa Gita Candra yang berjumlah 50 orang ini juga diikuti oleh para seniman terkenal di daerah itu yakni penata tari Wayan Juana Adisaputra (Dadong Rerod) dan penata tabuh Nyoman Sukaria Juana.
Wayan Juana Adisaputra mengatakan, setiap kelompok kesenian dalam parade nanti hanya diberikan waktu tujuh menit. Dengan terbatasnya waktu pentas di TMII maka ada sebagian kreasi yang hilang. "Waktu yang idealnya antara 10-20 menit," kata Juana.
Oleh sebab itu dirinya dipaksa untuk mengeluarkan ide dan kreativitasnya membuat garapan serapi mungkin sehingga waktunya pas selama tujuh menit.
"Akibat waktu sangat terbatas maka perlu perpaduan yang selaras antara garapan tabuh dan tarian sehingga didapat hasil karya yang pas. Para seniman melakukan latihan intensif selama dua minggu guna menghasilkan karya baru," ujarnya.
Panitia Parade Seni Tari Nusantara, katanya, menuntut kepada peserta yang hadir dari Nusantara untuk menampilkan karya pentas yang baru dan belum pernah dipublikasikan," katanya. (Sumber: http://www.news.id.finroll.com) |