|
PEKAN HARI ULANG TAHUN KE-33 TAMAN MINI “INDONESIA INDAH” TANGGAL 19 – 27 APRIL 2008
Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun ke-33 Taman Mini “Indonesia Indah” (TMII) menggelar berbagai potensi karya seni yang dikemas dalam bingkai “Gebyar Pesona Indonesia”.
TMII sebagai wahana rekreasi bermatra budaya selama sepekan mulai tanggal 19 – 27 April 2008 menyajikan berbagai acara budaya yang melibatkan ribuan seninam daerah yang didukung oleh artis ibukota. Event besar yang dapat dinikmati antara lain Musik Kawula Muda, Gebyar Kuliner Nusantara, Kontes Sambel Nusantara oleh 330 orang, Pawai Budaya Nusantara, Pergelaran Wayang Kulit, Sendratari, Aneka Lomba dan Pameran.
Acara pekan HUT ke-33 TMII dapat dikategorikan menjadi 9, yaitu 8 seni dan 1 olahraga. Kedelapan seni tersebut adalah Seni Rupa (Pameran Komik, Poster Film Indonesia dan Benda Museum); Seni Musik (Band, Campursari, Pop, dan Tradisional); Seni Tari (Parade Tari Bali, Sendratari Dahana Diksa Pertiwi, Gita Natya Nusantara dan Tari Daerah Nusantara); Seni Teater Tradisional (Wayang Kulit dalang Ki Joko Edan dan Gelar Dalang Bocah). Sedangkan dari Seni Perfilman acaranya berupa Pemilihan Bintang Film Indonesia, Workshop Film Animasi dan Dokumenter, Festival Film Pelajar dan Pemutaran 33 Film Indonesia. Dari seni Tata Boga digelar Gebyar Kuliner Indonesia dan Kontes Sambel Nusantara. Seni Tata Busana ditampilkan dalam Peragaan Busana Daerah Bhinneka Tunggal Ika. Terakhir adalah Karnaval yang selalu meriah dengan arak-arakannya meliputi Drumband, Pawai Seni Budaya Nusantara, Reog Ponorogo, Ondel-ondel, Sisingaan dan Barongsai.
Sedangkan Olahraga yang diselenggarakan adalah Senam Bersama Menpora dan Pertandingan Bola Volly yang diikuti oleh keluarga besar karyawan TMII.
Sebagai wujud rasa syukur, maka Manajemen TMII telah dan akan melaksanakan kegiatan ritual. Kegiatan ritual yang telah terlaksanakan adalah ziarah ke makam pemrakarsa dan mantan Ketua Yayasan Harapan Kita, Ibu Tien Soeharto, di Astana Giri Bangun, Solo. Ziarah kali ini menjadi lebih bermakna, karena yang diziarahi bertambah dengan almarhum Bapak Soeharto. Beliau orang yang sangat berjasa bagi kelangsungan TMII selama ini, selain sebagai mantan Presiden ke-2 Republik Indonesia, juga Ketua Yayasan Harapan Kita sepeninggal Ibu Tien Soeharto.
Kegiatan ritual selanjutnya adalah Upacara Bendera, Pemberian Penghargaan Karyawan Teladan, dan Ziarah ke Makam Mantan Jenderal Manajer dan Wakil Jenderal Manajer Taman Mini “Indonesia Indah”, yang akan dilaksanakan Kamis (17/4).
Sebagai puncak ritual diselenggarakan Selamatan pada Sabtu (19/4) di Sasono Utomo. Dengan sarana Tumpeng yang terbuat dari nasi berbentuk kerucut menyerupai gunung dan aneka lauk-pauk yang ditempatkan dalam satu loyang sebagai simbol permohonan kepada yang Satu dan Tertinggi agar setiap daya dan upaya manusia mendapatkan Ridho-NYA.
Setelah kegiatan ritual terselesaikan dilanjutkan dengan kegiatan hiburan yang melibatkan masyarakat luas.
FESTIVAL FILM PELAJAR 2008
30 judul film karya pelajar SMA akan diperlombakan dalam ajang Festival Film Pelajar 2008 di Istana Anak Anak Indonesia TMII. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, 17 – 19 April 2008 memperbutkan Piala Bergilir Menteri Kebudayaan dan Pariwisata.
Setiap hari akan diputar 10 judul film yang akan dinilai oleh Dewan Juri terdiri dari Gatot Prakosa, Jajang C. Noer dan Ray Sahetapy.
Hasil penjurian akan memutuskan pemenang meliputi 10 kategori, yaitu: 1. Art Director 2. Make Up 3. Kostum 4. Cinematography 5. Lighting 6. Film Editor 7. Sound Recording 8. Music Ilustrator 9. Poster 10. Film Critique
Tema kegiatan ini adalah Menggalang Kreativitas Pelajar Menuju Masa Depan Perfilman Indonesia. Pengumuman pemenang dilaksanakan pada Malam Anugerah Prestasi Seni di Plaza Arsipel, hari Minggu 20 April 2008 pukul 20.00 Wib.
Selain itu juga dapat selenggarakan acara menarik lainnya, seperti: 1. Festival Ikan Cupang di Taman Akuarium Air Tawar, tanggal 12 April 2008. 2. Launching Prangko “Join Issue Stamp (JIS)”, 50 Tahun Hubungan Indonesia-Jepang di Museum Prangko Indonesia, tanggal 15 April 2008. 3. Kontes Aquarium di Taman Akuarium Air Tawar, tanggal 19 April 2008 4. Lomba Ayam Bekisar Tingkat Nasional di Taman Bekisar, tanggal 20 April 2008) 5. Pameran Poster Film Indonesia, Animasi dan Komik di IAAI, tanggal 19-17 April 2008.
GEBYAR PESONA INDONESIA Sabtu, 19 April 2008, pk. 14.00 Wib
Mengawali Pekan HUT ke-33 TMII diadakan Gebyar Kuliner Nusantara bersama Komunitas Jalan Sutera, Sabtu (19/4) di Plaza Arsipel. Sebanyak 40 stand akan menampilkan Aneka Kuliner Nusantara dengan tema Kue dan Kuah dari berbagai daerah. Di tempat yang sama juga diadakan Kontes Sambel Nusantara yang diikuti oleh 330 pembuat sambel.
Pada sore harinya, pukul 16.00 - 18.00 WIB diadakan PAWAI BUDAYA NUSANTARA, diikuti oleh seluruh Perwakilan Propinsi se-Indonesia dan didukung oleh unit-unt Usaha dan Kerja yang ada di Lingkungan TMII. Start dan atraksi di depan Pintu Timur Plaza Arsipel/IAAI dan berakhir di Plaza Tugu Api Pancasila.
GELAR CITRA BUDAYA TRADISI : “Malam Midodareni”
Seperti tahun sebelumnya, setiap malam menjelang Puncak Peringatan HUT TMII di Anjungan Daerah, Museum maupun unit lainnya diadakan kegiatan seni budaya. Hal ini mengacu pada kebiasaan sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya dalam peyelenggaraan pesta perkawinan, biasanya selalu diadakan malam pesta perpisahan muda-mudi sebelum pelaksanaan akad nikah. Maksudnya antara lain memberikan kesempatan bagi mereka yang akan menapaki kehidupan baru melepas masa lajangnya.
Demikian pula dengan TMII, tanggal 19 April 2008, yang kebetulan bertepatan dengan MALAM MINGGU, menjadi malam yang memiliki arti penting. Karena keesokan harinya usianya telah bertambah satu tahun. 33 tahun bukanlah waktu yang pendek. Bagi kehidupan seseorang usia tersebut merupakan waktu yang tepat untuk menunjukkan jati dirinya.
Oleh karena malam ini sangat istimewa, maka masyarakat dapat menikmati aneka hiburan klasik sampai populer yang tersebar di areal TMII, antara lain di Anjungan Sumatera Utara, Riau, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Maluku dan Nanggroe Aceh Darussalam.
Wayang Kulit di Plaza Arsipel
Pergelaran Wayang Kulit dengan dalang kondang Ki Joko Edan dapat disaksikan di Panggung Plaza Arsipel (19/4) mulai pukul 20.30 sampai dini hari. Menjelang tengah malam, pertunjukan dihentikan sebentar untuk menyaksikan Penyalaan Obor sebanyak 2008 dan KEMBANG API di Miniatur Arsipel Indonesia. Setelah itu pergelaran wayang dilanjutkan kembali. Kali ini Ki Joko Edan akan menampilkan cerita “BALADA SANG BISMA”. Suasana semakin semarak dengan hadirnya bintang tamu “TRIO SEMOK”.
Balada Sang Bisma menceritakan kehidupan tokoh wayang yang di masa mudanya bernama Raden Dewabrata. Ia pewaris tahta kerajaan Astina. Demi rasa kasih pada ayahnya, ia rela melepaskan kenikmatan duniawi. Di hadapan Dewi Setyawati bersumpah akan hidup membujang alias wadat untuk mencegah percekcokan di kemudian hari bila memiliki keturunan. Itulah asal mula nama Bhisma melekat padanya. Artinya yang tak tergoyahkan.
Manusia merencana Tuhan jua penentunya. Apa yang ingin dihindari Bhisma justru menjadi kenyataan di hari tuanya. Tahta yang dulu dilepaskan, akhirnya menjadi rebutan generasi penerusnya. Kurawa dan Pandawa terlibat perselisihan yang menuntut pengorbanan nyawa. Hanya Baratayuda yang dapat mengakhiri. Perang besar dalam keluarga Barata membinasakan para Kurawa.
Bhisma, sang kakek berdiri di antara mereka. Ia dipaksa menyaksikan kehancuran keluarganya. Karunia untuk menentukan hari kematian dijalani dengan penuh keteguhan hati. Setelah menjadi Senapati Perang ia roboh terkena panah Arjuna. Namun itu tidak membual ajalnya tiba, karena “waktu” atau “saat” dianggap belum tepat. Hingga Baratayuda berakhir ia terbaring di atas rangkaian busur sampai waktu yang dinantikan tiba. Dibimbing para dewata yang menyamar sebagai angsa ia menghembuskan nafas akhir menuju nirwana.
Tayuban di Anjungan Jawa Timur
Bagi mereka yang menyukai seni tari, khususnya Tayuban dapat bergabung di Anjungan Jawa Timur malam itu juga, karena di tempat itu digelar LANGEN TAYUB DARI KABUPATEN NGAWI.
Kesenian Tayub atau juga sering disebut Langen Tayub merupakan kesenian populer daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di masa lalu pementasannya sering dikaitkan dengan ritual kesuburan maupun tolak bala. Dalam perkembangannya menjadi seni hiburan yang melibatkan para penontonnya menari dan menyanyi. Seringkali mereka yang ikut menari mabuk minuman keras membuat suasana panas bahkan perkelahian. Keributan timbul akibat persaingan memperebutkan sinden (penyanyi) maupun ingin menari dengan lagu pilihannya (request). Untuk memenangkan persaingan mereka rela mengeluarkan uang kepada niyaga (pemusik) dan pesinden.
Pementasan Tayub memang penuh aroma persaingan demi gengsi. Suasana itu masih dapat ditemui di Anjungan Jawa Timur malam Minggu nanti. Walaupun keadaannya sudah jauh berbeda. Mabuk-mabukan serta perebutan sinden tidak terjadi lagi. Mereka diajak untuk lebih menonjolkan olah seni dengan cara menyanyi (bowo) dan menari. Sehingga pertunjukan tayub di tempat ini dapat dinikmati oleh semua warga masyarakat maupun keluarga.
Untuk dapat ikut menyanyi dan menari di tempat ini diharuskan memiliki kelompok berjumlah minimal 4 orang. Mereka dibagi menjadi beberapa meja dengan nomor urut tampil. Setiap meja harganya telah ditentukan, dimana hasil yang diperoleh nantinya diberikan kepada seniman pendukungnya. Bagi Anda yang gemar Tayuban, silahkan datang dan bergabung. Apalagi pesidennya berasal dari Ngawi yang merupakan salah satu gudang pesiden Tayub terkenal di Jawa Timur.
Pangkur Jengleng di Anjungan D.I. Yogyakarta
Cara bercanda orang Yogyakarta memiliki kekhasan sendiri. Pangkur Jengleng merupakan salah satunya. Kesenian ini gabungan antara Dagelan Mataram dan Gending Jawa, sering disebut Guyon Maton atau lawakan khas Yogyakarta menghadirkan bintang Nyi Beruk dan pelawak terkenal dari Yogyakarta, Wisben dkk.
SENAM PAGI BERSAMA MENPORA Minggu, 20 April 2008 Pk. 07.00 Wib
MINGGU RIA Taman Mini “Indonesia Indah” diikuti rata-rata 5 ribu orang. Mereka memanfaatkan areal TMII untuk berbagai kegiatan olah raga. Kegiatan utamanya adalah Senam Sehat yang dipandu oleh instruktur berpengalaman.
Kali ini, Menteri Negara Pemuda dan Olaharaga, Dauld Adiyaksa, meluangkan waktunya untuk bersama-sama masyarakat melakukan senam bersama bertempat di Plaza Tugu Api Pancasila, Minggu (20/4) pk. 07.00 Wib.
MINGGU RIA selain kegiatan olahraga juga menawarkan aktivitas lain, seperti belanja dan jajanan. Aneka kebutuhan rumah tangga, terutama sandang dan mainan banyak dijajakan oleh para pedagang yang selalu siap meramaikan acara ini. Bagi mereka yang kelelahan berolahraga, tidak perlu kwatir akan kelaparan, karena di area ini juga dipenuhi para penjual makanan yang siap santap. Aneka kue dan jajanan tradisional, seperti ketupat sayur, pecel, bubur, gudeg, dll dapat dinikmati dibawah kerindangan beringin yang tumbuh subur di seputar Plaza.
MENDAGRI HADIRI PUNCAK HUT KE-33 TMII Minggu, 20 April 2008, pk. 10.00 Wib
Menteri Dalam Negeri, Mardiyanto, direncanakan hadir dalam Puncak Peringatan HUT ke-33 TMII, Minggu (20/4).
Acara puncak tahun ini dipusatkan di Plaza Arsipel, berupa panggung terbuka yang dapat disaksikan dari berbagai sudut penglihatan. Keunggulan lokasi ini diharapkan pergelaran seni pada ulang tahun ini menjadi PESTA RAKYAT yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.
Untuk memberikan kenyamanan dalam berkeliling TMII, pada tanggak 20 April 2008 akan diberlakukan "jalur bebas mobil", yaitu jalur dalam yang melintas pinggir Arsipel Indonesia. Bagi tamu undangan telah disediakan mobil keliling TMII untuk mengantarkan mereka ke tempat acara. Penutupan ini agar memberikan keluasaan bagi masyarakat untuk menjelajahi Anjungan-anjungan Daerah yang pada saat itu juga menggelar kesenian daerahnya.
Menyambut kedatangan Mendagri dan tamu undangan lainnya akan digelar kesenian penyambutan berupa Drum Band Anak, Reog Ponorogo, Ondel-ondel, Sisingaan, Barongsai dan Barisan Busana Daerah Bhinneka Tunggal Ika.
Sebagai suguhan puncak ditampilkan kesenian dengan tajuk GITA NATYA NUSANTARA. Pergelaran ini melibatkan 200 penari Rampai Mausekat dari Nanggroe Aceh Darussalam. Penampilan pemenang Parade Lagu 07 dari Propinsi Riau dengan tari dan lagu Corak Budaya. Dari Papua akan ditampilkan tari Asmat Dani, DKI Jakarta dengan tari Topeng Ubrug. Puncaknya dipentaskan RATNA KATULISTIWA hasil kolaborasi Tari Putri Luing dari Kalimantan Barat oleh Pelangi Nusantara. Acara puncak ini didukung oleh artis Tetty Manurung dan Mega Utami.
Pergelaran kesenian bertajuk “GITA NATYA NUSANTARA” menjadi pemuncak acara peringatan HUT TMII kali ini. Seperti tahun-tahun sebelumnya materi yang ditampilkan merupakan hasil pemenang kegiatan yang dilakukan TMII di tahun 2007 melalui Parade Tari dan Lagu yang diikuti oleh perwakilan propinsi se-Indonesia.
Selain acara yang digelar di sini, juga dapat disaksikan kegiatan seni di beberapa anjungan seperti Jawa Barat, D.I. Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jawa Timur dan Sumatera Utara. Sedangkan musik organ tunggal dapat dinikmati di Panggung Desa Seni. Bagi penggemar musik dangdut dapat mengikuti KONSER DANGDUT MUARA di Taman Ria Atmaja.
Pada malam harinya di Plaza Arsipel diselenggarakan MALAM ANUGERAH PRESTASI SENI dengan susunan acara sbb: 1. Tari Pembuka “Sekar Sempiring Bali” 2. Sambutan Direktur Perfilman 3. Tari Remo 4. Penyerahan Piala Lomba Akting dari Dedbudpar kepada Aziz Production 5. Tari Megung Klawe dari D.I. Yogyakarta 6. Pemberian Penghargaan Festival Film Pelajar (sesi I) 7. Tari To-Lang Po Hwang dari Lampung 8. Pemberian Penghargaan Festival Film Pelajar (sesi II) 9. Tari Reog Kendang 10. Pemberian Penghargaan Festival Film Pelajar (sesi III) 11. Sambutan Penutupan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata 12. Sendratari “Dahana Diksa Pertiwi”/Sinta Obong
PANGGUNG GEMBIRA BERSAMA KAK SETO DAN GELAR DALANG BOCAH Minggu, 27 April 2008, pk. 10.00 Wib
Istana Anak Anak Indonesia (IAAI) TMII, Minggu (27/4) menghadirkan Kak Seto untuk bergembira bersama anak-anak. Serangkaian acara kreativitas anak-anak, seperti bermain, menyanyi, menari dan atraksi badut dapat diikuti semua anak yang hadir. Dengan dipandu Kak Seto, yang juga pakar psikologi anak, acara ini menjadi lebih bermakna untuk menumbuhkan keberanian anak dalam menampilkan kreativitasnya.
Salah satu keterampilan yang saat ini jarang dipelajari oleh anak Indonesia adalah seni tradisional, terutama pedalangan, karena memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. TMII melalui IAAI giat melakukan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Seni Pedalangan. Hasilnya akan dipentaskan 10 Dalang Bocah yang usianya cukup belia dari 5 – 13 tahun. Mereka adalah 1. Sigit Pangestu Ajie (13 th) 2. Ystanza Razali (12 th) 3. Bilarminus Ario Tejo (11 th) 4. Ali Yudhistira (9 th) 5. Danan Wisnu Pratama (9 th) 6. Alfrino Farhan Aryono (8 th) 7. Fakih Trisera Fil Ardi (7 th) 8. M. Ray Taufiqurrahim (7 th) 9. Abimanyu (6 th) 10. Adam Hilmi Habibi (5 th)
Pengiring karawitannya pun berasal dari potensi anak-anak dari SDN Tebet 19 Jakarta Selatan. Diklat ini diasuh oleh H. Margono dan Agus Dharmanto, S.Kar.
|