Pertunjukan wayang kulit telah memiliki daya pikat luar biasa, baik secara simbolik maupun bentuk phisik, secara simbolik wayang memiliki makna yang sangat dalam. Secara phisik pakeliran dengan garapan bahasa melalui wacana cakapan dan narasi dalang, gerakkan wayang, bentuk wayang, garapan seni suara (lagu sulukan, tembang dan gending-gending), seni drama beserta alur lakonnya cukup kompleks serta penuh dengan daya pikat yang luar biasa.
Oleh karena itu, Pada hari sabtu tanggal 24 Oktober 2009 akan diadakan Pertunjukan wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “MAESO SURO MAESO LEMBU”, Acara ini merupakan persembahan dari Universitas Indraprasta (UNINDRA), dalam acara wisuda/wisudawati dari berbagai jurusan yang berlangsung dari pukul 09.00 wib selesai di Gedung Sasono Langen Budoyo TMII. Di lanjutkan pertunjukan Wayang Kulit semalam suntuk di mulai dari pukul 20.00 wib - selesai dengan lakon “MAESO SURO MAESO LEMBU”, yang akan dimainkan oleh dua dalang kondang yaitu Ki Muhamad Bayu Aii Pamungkas dan Ki Anom Suroto bertempat di Tugu Api Pancasila TMII. Bagi masyarakat umum yang gemar menonton wayang kulit dapat berkunjung ke Taman Mini "Indonesia Indah". Mencintai budaya tradisional wayang berarti menghargai leluhur, nenek moyang kita terdahulu. Bid Info/ Abah |