|
|
 |
MUSEUM PUSAKA TMII |
|
|
ttg keris.7 Januari 2010 |
|
Pada jaman sekarang pembuatan keris masih tetap dilakukan secara tradisional di Yogyakarta, Surakarta, Madura, Luwu (Sulawesi Selatan), Taman Mini Indonesia Indah (Jakarta), Kelantan (Malaysia) dan di Bandar Sri Begawan (Brunei Darussalam). Keris masa kini masih tetap dibuat dengan menggunakan kaidah-kaidah lama. Beberapa di antara para empu itu bahkan masih tetap membaca mantera dan doa serta melakukan puasa selama masa pembuatan kerisnya. Karena budaya keris itu tersebar luas di seluruh Nusantara, maka benda itu juga mempunyai beberapa nama padanan. Di Bali keris disebut kedutan. Di Philipina, keris disebut dengan istilah sundang. Di beberapa daerah disebut dengan pula kerih, karieh atau kres. Demikian pula bagian-bagian kelengkapan keris juga banyak mempunyai nama padanan. Walaupun demikian bentuk keris buatan daerah manapun, masih tetap mempunyai bentuk yang serupa. Bentuk bagian-bagian juga tidak jauh berbeda.
Bukan alat pembunuh. Walupun tergolong senjata tikam, keris dibuat bukan semata-mata untuk membunuh. Keris lebih bersifat sebagai senjata dalam pengertian simbolik. Karenanya keris dianggap memiliki kekuatan gaib. Bagi yang percaya, keris dapat menambah keberanuan seseorang. Keris dapat menghindarkan serangan wabah penyakit dan hama tanaman. Keris dapat menyingkirkan gangguan mahluk halus. Keris dapat memudahkan orang mencari rezeki. Pendek kat, keris dapat dimanfaatkan tuahnya, sehingga ,memberikan bantuan keselamatan bagi pemilik orang disekitarnya. Memang ada keris-keris yang benar-benar digunakan untuk membunuh, umpamanya keris yang dipakai oleh algojo kraton guna melaksanakan hukuman bagi terpidana mati. Namun kegunaan sebagai alat pembunuh ini pun sifatnya seremonial, dan khusus.
Keris adalah benda seni yang meliputi seni tempa, seni ukir dan pahat, seni bentuk , serta seni perlambangan. Pembuatannya selalu disertai dengan doa-doa tertentu mantera dan upacara khusus. Doa pertama seorang empu ketika akan memulai membuat keris adala memohon kepada Yang Maha Kuasa, agar keris buatannya jika selesai kelak tidak akan mencelakakan pemiliknya maupun orang lain. Doa-doa itu juga diikuti dengan tapabrata, anatara lain tidak tidur, tidak makan, tidak makan, tidak menyentuh lawan jenis pada saat-saat tertentu. Bahan baku pembauatan keris adalah besi, baja, dan bahan pamor. Abah Asep bid Info
|
|
|
|
Kembali Cetak |
|
| widyanto |
|
| 30/06/2010 16:06:52 |
|
|
kalau mau buatkan warangka keris lengkap dengan pendhok, mendhak dan ukirannya bisa di sini nggak?
berapa kira2 biayanya? |
|
|
| abah asep |
|
| 15/04/2010 09:04:49 |
|
|
Ibu Annie Sri Cahyani untuk perkawinan outdoor ada area khusus yaitu di taman bunga keong emas, halaman museum Indonesia. |
|
|
| annie sri cahyani |
|
| 07/04/2010 08:04:53 |
|
|
apakah dihalaman meseum tersebut bisa disewakan ntuk acara perkawinan outdoor?
atau dimanakah tempat di taman mini yang bisa kami sewa untuk acara perkawinan out door yang tradisioanl.??terimakasih dan salam
annie |
|
|
| abah |
|
| 16/03/2010 11:03:54 |
|
|
untuk pembersihan atau pembetulan keris di Museum Pusaka bisa silahkan menghubungi di No.Telp.021-8409497, 8404155 |
|
|
| Dwi A |
|
| 08/03/2010 10:03:20 |
|
|
Ass wr wb. Saya mohon informasi tentang Pembersihan/cuci/repair keris.
Saya bermaksud membetulkan Keris, kemana saya harus datang..karena saya dengar di TMII ini ada juga fasilitas utk merawat/membetulkan Keris.
Terima kasih atas jawabannya. Wass |
|
|
|
1
2
Komentar Lainnya »
|
|
|
|
|
|
|