Makanannya adalah mamalia berukuran kecil seperti marmut dan mau juga ayam, mangsa dibunuh dengan cara melilit badannya terlebih dahulu baru ditelan.Ular sanca jenis bathik di Museum Fauna Indonesia (Museum Komodo) dan Taman Reftili Taman Mini “Indonesia Indah”.sudah dapat dikembang biakan 30 sampai 40 telur.
Dapat dibuktikan dengan Sang ular Phiton betina bernama Ratih telah yang bertelur sebanyak 30 telor selama tiga bulan dierami, pertama kali memetas satu telor tepatnya pada hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (CPSN), selanjutnya berurutan menjadi jumlah sembilan belas ekor yang hidup dari 30 telor tersebut, dari pembuahan sang jantan yang bernama Si Buntung atau Dewa.
Kenapa disebut si Buntung ? “ Karena ekor ularnya buntung atau disebut Dewa pada waktu orang asing berkunjung melihat ular phiton tersebut, dia menyebutnya sang Dewa, Dewa “ucap Nadi salah seorang karyawan Museum Fauna Indonesia Komodo.
Sibetina diberi nama “Ratih" asal mulanya seorang mahasiswi Institut Pertanian Bogor (IPB) yang sedang mengadakan praktek kerja lapangan, dari Fakultas Kedokteran Hewan Angkatan ke 35 pada periode Juli s.d Agustus 2001, di Museum Fauna Indonesia Komodo & Taman Reftlia TMII. Karena ular tsb belum diberi nama maka mahasisiwi bilang meminta nama saya saja !!. Maka Jadilah nama "Ratih" yang sudah menjadi Dr Hewan tsb” Ucap Solihin sang pawang ular./abah aseps