Mengisi kegiatan acara budaya tahunan di Taman Mini “Indonesia Indah” (TMII), Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT, akan menggelar upacara adat yang masih hidup dalam masyarakatnya, yaitu upacara pesta panen (poi pah
).
Pergelaran oleh duta seni Kabupaten Timor Tengah Selatan tersebut dipentaskan dalam rangka promosi pariwisata dan budaya daerah pada Jumat, 29 Juni 2007 pukul 19.00 WIB di anjungan daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) – TMII, Jakarta.
Upacara Poi Pah
menggambarkan masyarakat adat Timor Tengah Selatan dalam memuja Dewa Bumi Uis Pah
dan Uis Neno
. Upacara ini ditandai dengan menanam pohon seperti pinang, kelapa, kemiri, padi, jagung dll. Diawali dengan doa yang dipimpin oleh pemangku adat (Anaamnes
). Doanya yaitu meminta kesuburan, meminta hujan, cuaca yang baik untuk bercocok tanam dan dihindari dari serangan
hama
. Selanjutnya adalah memberikan hewan korban, kemudian beras sebagai hasil bumi dengan maksud agar yang membasahi bagian bawah altar adalah persembahan untuk Dewa Bumi (Uis Pah
), sedangkan hewan korban yang sudah dipotong digantung pada akar bagian atas dengan tujuan sebagai persembahan bagi Sang Pencipta (Uis Neno
).
Dalam acara pergelaran pesta panen Poi Pah
ini akan lebih meriah lagi karena
akan diiringi dengan tari-tarian khas masyarakat Timor Tengah yang sakral. Penasaran? Saksikan saja pertunjukannya secara lengkap di Anjungan Daerah Nusa Tenggara Timur.
|