LOVE CELEBRATION SNOWBAY WATER PARK TMII   |   TARI DAN MUSIK TRADISIONAL   |   MUSEUM OLAH RAGA TAMAN MINI INDONESIA INDAH   |   BAYT ALQUR’AN & MUSEUM ISTIQLAL TMII   |   FESTIVAL MUSEUM NUSANTARA 2010 TAMAN MINI   |   PANORAMA ARSIPEL TAMAN MINI INDONESIA INDAH   |   MUSEUM PUSAKA TMII   |   “ HIBURAN MALAM TAHUN BARU 2010 DI TMII ”   |   SPECIAL HARI IBU   |   GITA PERMATA NUSANTARA    |   SEJARAH KESENIAN REOG PONOROGO   |   GELAR UPACARA ADAT DI ANJ KALIMANTAN TIMUR TMII    |   RUWATAN BERSAMA DI ANJ D.I JOGYAKARTA TMII    |   PAKET ACARA KHUSUS ANJ LAMPUNG TMII    |   FESTIVAL TARI RATOUH DUCK (SAMAN) KE IV    |   Paket Acara Khusus Anj Nusa Tenggara Barat TMII    |   SAINS DIBALIK KEINDAHAN MUSIK   |   AYO TERBANG BERSAMA SKY LIFT TMII    |   SANCA BATIK PRIMADONA TAMAN REFTILIA TMII   |   GELAR SENJA DI PLAZA TUGU API PANCASILA TMII   |   LOMBA QOSIDAH DI SANGKRINI TMII   |   DUNIA SERANGGA DAN KUPU-KUPU TMII   |   Plaza Arsipel Taman Mini “Indonesia Indah”, 28 Oktober 2009    |   KARNAVAL KEPRAJURITAN NUSANTARA DI TMII   |    LOMBA TARI KREASI JAWA TIMURAN DI ANJ JATIM TMII   |   Lomba Tari Pendet di Anjungan Bali TMII   |    Wayang Kulit Semalam Suntuk Di TAP TMII    |   LOMBA LARI 5 KM DI MUSEUM OLAHRAGA NASIONAL TMII   |   GELAR ACARA PESONA BUDAYA JAWA TIMUR TMII   |   Gelar Seni Budaya Yogyakarta di TMII   |   Snow Bay Water Park TMII   |   RAYAKAN LEBARAN DI TMII    |   JELAJAHI DUNIA BURUNG INDONESIA DI TMII   |   HEBOH ARWANA BERKEPALA DUA DI TMII   |   TMII Tempat Favorit Nunggu Buka Puasa   |   SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1430 H   |   JELANG KEMERDEKAAN TMII GELAR SERANGKAIAN ACARA   |   ADA IWAN FALS DI TAMAN MINI   |   KONSER IWAN FALS DIGELAR MINGGU MALAM   |   KONSER IWAN FALS SATU UNTUK INDONESIA DI TVONE    |   IWAN FALS GELAR KONSER KEMERDEKAAN DI TMII   |   TARI GANDRUNG MARSAN ANTARKAN JATIM JUARA UMUM PARADE TARI NUSANTARA 2009   |   MALINAU IKUTI PARADE TARI NUSANTARA DI TMII JAKARTA   |   ENGGANG TERBANG SUKSES DI PARADE TARI NUSANTARA   |   BALI INGIN TERBAIK DI PARADE TARI NUSANTARA   |   PARADE TARI NUSANTARA TMII 2009   |   YUK, MENCOBA FISH SPA DI DUNIA AIR TAWAR    |   GELAR SENI BUDAYA YOGYAKARTA KE VIII   |   KARNAVAL PRAJURIT TRADISIONAL NUSANTARA TMII   |   PESONA BUDAYA BENGKULU : Kagu an Bimbang Padang Guci   |   KETUPAT RAKSASA TMII MASUK MURI    |   Ketupat Raksasa di TMII    |   Tiket Khusus Festival Ramadhan di TMII   |   Presiden Perintahkan Hasil Kongres Anak 2008 Ditindaklanjuti    |   SBY Hadiri Puncak Hari Anak Nasional 2008    |   Presiden Hadiri Hari Anak Nasional (HAN) Di TMII   |   TMII Bidik Wisatawan China    |   Pergelaran DRAMA TARI SI PITUNG   |   Pesona Budaya Sintang Kalimantan Barat, Upacara Adat Ngarak Penganten   |   Malam Pesona Budaya Melawi, Kalimantan Barat, Upacara Adat Dalo   |   PEKAN HARI ULANG TAHUN KE-33 TAMAN MINI INDONESIA INDAH   |   ACARA PEKAN BUDAYA TIONGHOA-INDONESIA    |   Acara Musik Apel (Musik Malam Minggu) di Taman Arsipel TMII   |   Pekan Penyembuhan Alternatif Indonesia - India   |   Pesta Kembang Api dan Musik Malam Minggu   |   TMII KINI BUKA TIAP HARI "Setiap Senin Dibuka Kembali"   |   Pesta Kembang Api - Tiap Malam Minggu di Taman Mini   |   Masyarakat Adat Timur Tengah Selatan Gelar Upacara Panen    |   Liburan Ceria di Taman Mini   |   Rhoma Irama dan Artis-artis KDI Meriahkan Malam Tahun Baru 2007   |   Peringatan Hari Ibu ke 78 di Sasono Langen Budoyo, TMII   |   Belanja Ala Swalayan di Pondok Desa Wisata   |   Pameran Foto Kantor Berita Rusia RIA Novosti   |   PEKAN BUDAYA 2004   |   Ruwatan Sukerto oleh Ki Manteb Soedarsono   |   Atraksi Seni dan Budaya di bulan September   |   Festival Tari Nusantara   |   Pesta Rakyat Merdeka berlangsung Meriah   |   Ikan Raksasa Arapaima Gigas dapat dinikmati kembali di Taman Akuarium Air Tawar   |   Liburan Keluarga   |   Paket Family Fun Plus Anjungan Lampung TMII   |   Pemilihan Foto Favorit berhadiah Motor Supra Fit   |   Pameran 50 Pelukis Cilik Indonesia   |   NIAGARA diputar di Teater Imax Keong Emas   |   TAMAN RIA ATMAJA bersama DJARUM COKLAT dan KTM gelar DANGDUT LEBARAN   |   PERANG GOYANG DI TAMAN RIA ATMAJA   |   Forces of Nature, diputar di Teater Imax Keong Emas   |   GEBYAR LEBARAN TMII 2005 3-13 Nopember 2005   |   GEMILANG DANGDUT 2006, 1 tahun lalu 1 tahun baru   |   PARA BINTANG PARCI MANGGUNG BARENG di IAAI   |   Digital Pocket Camera Hunting Series 2005, Seri Ketiga   |   Pekan Budaya Tionghoa, dengan Gelar Liong dan Barongsay   |   Kuis SMS TMII berhadiah Sepeda Motor   |   Kirab Agung Suro, Ruwatan Massal dan Wayang Kulit dalam rangka Pekan Muharram   |   Mario Andi Supria, Juara Lomba Foto Budaya dan Pariwisata 2005   |   Pesta Rakyat Merdeka - Rekor Bendera Terbesar   |   PARA DUTA MANGGUNG   |   Final Kompetisi Jawara Laga Band 26 Desember 2004   |   Gelar Dangdut Peduli Kemanusiaan   |   Peresmian Replika Kapal Phinisi Nusantara di Museum Keprajuritan Indonesia   |   LA Lights - LA tihan Bareng (100% Enjoy) di Parkir Utara TMII   |   DEWA memeriahkan HUT 30 TMII   |   Buka Malam Hari selama Pekan HUT 17-24 April 2005   |   Lomba Foto Budaya dan Pariwisata 2005 berhadiah 50 juta rupiah   |   SUNATAN BETAWI dalam Malam Pesona Budaya Betawi   |   SOFT LAUNCHING Pemancingan Kiloan Nuansa Alami Desa Wisata   |   
   

Anjungan Kalimantan BaratAnjungan Sumatera Selatan
Anjungan BaliAnjungan Sulawesi Tenggara
Selengkapnya » 
   Download Ticket
Rata-rata ( di atas 3th) Rp. 9.000,-
Mobil Rp. 10.000,-
Motor Rp. 6.000,-
Bus/Truk Rp. 15.000,-
Sepeda Rp. 1.000,-
Selengkapnya » 
Budaya Indonesia

Budaya atau Kebudayaan Indonesia adalah keseluruhan budaya yang ada di tanah air yang terdiri dari beragam suku dan bangsa.

Kebudayaan Indonesia walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India dan kebudayaan Arab. Kebudayaan India terutama masuk dari penyebaran agama Hindu dan Buddha di Nusantara jauh sebelum Indonesia terbentuk. Kebudayaan Tionghoa masuk dan mempengaruhi kebudayaan Indonesia karena interaksi perdagangan yang intensif antara pedagang-pedagang Tionghoa dan Nusantara (Sriwijaya). Kebudayaan Arab masuk bersama penyebaran agama Islam oleh pedagang-pedagang Arab yang singgah di Nusantara dalam perjalanan mereka menuju Tiongkok.

Busana Tradisional
Busana Tradisional Ternate dan Tidore

Penulis Ria Andayani Somantri

Gambaran fisik busana adat masyarakat Ternate dan Tidore, memperlihatkan adanya perbedaan cukup spesifik antar kelompok masyarakat yang secara sosial memiliki kedudukan yang berlainan. Busana yang dikenakan oleh masyarakat pada umumnya atau rakyat biasa ditandai dengan kesederhanaan dalam berbagai hal, berbeda dengan busana yang dipakai oleh kelompok masyarakat yang memiliki kedudukan sosial tinggi. Hal ini dikarenakan Ternate dan Tidore yang secara administratif kini termasuk ke dalam wilayah kabupaten Maluku Utara, merupakan kawasan bekas kesultanan Ternate dan kesultanan Tidore. Sudah tentu, keberadaan keturunan sultan di dalam lingkungan masyarakatnya memiliki gaya hidup yang khas. Kekhasan tersebut tampak dalam tata cara berbusana mereka. Apalagi kehidupan mereka senantiasa diwarnai dengan berbagai acara seremonial, berupa upacara-upacara adat kesultanan pada masa itu maupun upacara yang berkaitan dengan siklus hidup manusia. Beberapa di antaranya yang masih dikenal hingga kini adalah upacara makan secara adat atau sidego, upacara injak tanah atau joko kaha, dan upacara pengukuhan atau uko se bonofo.

Ada beberapa jenis busana yang dikenakan dalam upacara- upacara adat. Busana yang dikenakan oleh sultan disebut manteren lamo yang terdiri atas celana panjang hitam dengan bis merah memanjang dari atas ke abawah, baju berbentuk jas tertutup dengan kancing besar terbuat dari perak berjumlah sembilan . Sementara itu, leher jas, ujung tangan, dan saku jas yang terletak di bagian luar berwarna merah. Konon warna tersebut melambangkan keperkasaan dari pemakainya. Selain itu, penampilan busana yang dikenakan oleh sultan tersebut dilengkapi dengan destar untuk menutup kepala. Busana yang dikenakan oleh istri sultan terdiri atas kebaya panjang atau kimun gia, yang terbuat dari kain satin berwarna putih dengan pengikat pinggang yang terbuat dari emas, serta kain panjang. Perhiasan lainnya yang dikenakan oleh permaisuri tersebut meliputi kalung, bros, dan peniti yang terbuat dari intan, berlian, atau emas. Di samping itu, mereka juga mengenakan hiasan lainnya yang berupa konde yang berukuran besar, sedangkan konde kecil biasanya dipakai oleh pembantu permaisuri.

Selain busana adat yang disebutkan tadi, ada pula busana adat lainnya yang khusus dikenakan oleh kaum remaja putri dan remaja pria yang berasal dari golongan bangsawan. Busana adat yang dipakai oleh remaja pria disebut baju koja, yakni semacam jubah panjang dengan warna-warna muda seperti biru muda dan kuning muda. Konon warna tersebut untuk melambangkan jiwa muda dari para pemakainya yang masih remaja. Baju koja tersebut biasanya berpasangan dengan celana panjang berwarna putih atau hitam, berikut toala polulu di kepalanya. Para remaja putri biasanya memakai busana yang terdiri atas kain panjang dan kimun gia kancing atau kebaya panjang berwarna kuning, oranye, atau hijau muda dengan tangan yang berkancing sembilan di sebelah kiri dan kanannya. Tidak lupa, mereka pun menyertakan berbagai perhiasan seperti taksuma, yakni kalung rantai emas yang dibuat dalam dua lingkaran; anting dua susun, sedangkan giwang tidak boleh dipakai oleh mereka; serta alas kaki yang disebut tarupa.

Secara umum busana adat tradisional yang dikenakan oleh kaum pria yang berasal dari golongan bangsawan terdiri atas jubah panjang yang menjuntai hingga betis atau lutut, celana panjang, dan ikat kepala. Dihiasi dengan kelengkapan dan karakteristik lainnya, yang melambangkan status sosial dan usia dari orang yang memakainya. Adapun busana adat untuk kaum wanita meliputi kebaya panjang dan kain panjang. dilengkapi dengan perhiasan yang disesuaikan dengan tingkatan sosial mereka, baik sebagai permasuri, pembantu permaisuri, atau diselaraskan dengan usia mereka, remaja contohnya.

Sementara itu, busana adat yang dikenakan oleh rakyat biasa untuk busana sehari-hari maupun busana yang dikenakan pada upacaraupacara adat, pada umumnya memang menggambarkan kesederhanaan. Busana yang biasa dikenakan oleh kaum wanita dalam melakukan aktivitas sehari-hari terdiri atas kain kololuncu dan baju susun dengan bagian tangan yang ditarik hingga ke pertengahan sikut. Baju tersebut umumnya berwarna polos. Busana kerja dalam keadaan bersih, biasanya dipakai juga sebagai baju untuk di rumah. Adakalanya, mereka pun hanya mengenakan kain songket dan baju susun. Busana kerja yang digunakan oleh kaum pria terdiri atas kebaya popoh, yakni baju berwarna hitam yang panjangnya mencapai pinggul serta berlengan panjang; dan celana popoh, yakni celana setinggi betis yang berwarna hitam pula. Sama halnya dengan busana wanita, busana kerja pria biasanya digunakan pula sebagai pakaian sehari-hari untuk di rumah.

Pada waktu mereka menghadiri berbagai upacara adat, busana yang dikenakan oleh kaum pria maupun wanitanya tidak berbeda. Kaum pria mengenakan celana panjang dan kemeja panjang, sedangkan kaum wanitanya mengenakan baju susun dan kain songket. Adapun ketua adat yang memimpin upacara-upacara adat tersebut mengenakan jubah panjang yang mencapai betis berwarna kuning muda yang disebut takoa; celana dino, yakni celana dari kain tenun berwartna jingga atau kuning; lengkap dengan lengso duhu, yakni tutup kepala berwarna kuning muda.

Kembali

Nama
Email
Komentar
Mak [600] Karakter
Verifikasi kode:

Pengenalan
Suku Bangsa
Upacara Adat
Rumah Adat
Busana Tradisional
Kesenian
Peralatan dan Senjata
Copyright © 2006-2009, TAMAN MINI INDONESIA INDAH, Designed by Webindo
Telepon: 021-8409214, 8409210, 8409270, 8409236, 8409239, Fax: 8400709. Email: info@tamanmini.com