Museum Asmat




Buka: Senin - Minggu pukul 08.30 - 16.00 wib



Harga tiket masuk Rata-rata Rp 10.000/orang (Termasuk harga tiket Taman Bungai: Keong Emas)



Info lebih lanjut hubungi:



Telp. 021 - 8409370



Faks. 021 - 87792987



e-mail: museumasmat.tmii@gmail.com



 



Museum Asmat TMII didirikan atas gagasan Ibu Tien Soeharto dibangun untuk melestarikan dan mengkomunikasikan hasil karya anak bangsa yang mengagumkan agar bisa dinikmati masyarakat dunia. ketertarikan Ibu Tien Soeharto sangat pantas ditanggapi karena jauh sebelum ini, karya seni asmat telah mampu membius bangsa-bangsa Asing untuk singgah ke Asmat menyaksikan keunikan seni ukirnya.



Luas bangunannya 6.500 meter persegi, terletak di sudut Tenggara Taman Bunga Keong Emas berbatasan dengan Dunia Air Tawar, apabila berada dihalaman museum, hamparan rumput dan danau menjadi pemandangan yang indah bagi pengunjung museum untuk sekedar menikmati suasana maupun mengabadikannya dengan foto.



Dibangun dengan rancangan Bapak Ir. Franky Devule yang mana pembangunannya dilakukan dalam 51 hari. Bangunan pertama bertema manusia dan lingkungannya, memamerkan bermacam-macam pakaian adat dan aksesoris, diorama mata pencaharian hidup, Wuramon Perahu arwah adalah kendaraan roh nenek moyang, Mbis Pole patung nenek moyang dan bermacam-macam ornamen simbol yang menceritakan kehidupan.



Bangunan kedua bertema manusia dan kebudayaannya, menyajikan peralatan proses membuat sagu, peralatan berburu, senjata, bend-benda budaya dan uapacara Tifa alat musik kendang, Fu alat musik dari bambu, dan Si Kapak Besi.



Bangunan ketiga bertemakan manusia dan hasil kreativitasnya, memamerkan seni kontemporer hasil pengembangan pola-pola rancangan seni tradisional. Kita dapat menyaksikan hasil seni karya orang Asmat yang sudah modern dan mengacu pada permintaan pasar, namun masih berupa rancangan tradisional.