Museum Prangko Indonesia




Buka Senin - Minggu pukul 08.00 - 16.0008.00 - 16.00 wib



Harga tiket masuk Rp. 5.000/orang



Info lebih lanjut hubungi



Telp. 021-8409287



Faks. 021-8401210



 



Sejarah adanya perangko dimulai karena semua orang menolak untuk membayar biaya pengiriman surat, sehingga muncul prangko pertama yang bernama "The Penny Black", bergambar wajah ratu Victoria yang dibuat oleh Dinas Perpajakan Inggris pada tahun 1840. Prangko ini dapat dijumpai di Museum Prangko Indonesia dengan ribuan koleksi prangko lainnya. Selain itu kita juga dapat melihat diorama yang menceritakan tentang aktivitas perjalanan penerbitan dan pencetakan prangko.



Arsitektur Museum ini berciri khas Jawa dan Bali dengan ukir-ukiran. Dihalaman depan terdapat bola dunia dengan seekor burung merpati membawa sepucuk surat yang melambangkan bahwa tugas Perum Pos dan Giro menjangkau seluruh dunia. Terdapat 7 ruang penyajian diorama, yaitu Sejarah Prangko Indonesia, Proses Pencetakan Prangko, Prangko Berdasarkan Periode Penerbitan (I), Prangko Berdasarkan Periode Penerbitan (II), Koleksi Tematik (I), Koleksi Tematik (II), dan Filateli.



Prangko bukan saja tanda bukti pengiriman, namun digunakan sebagai pembawa misi di bidang lain seperti pelestarian alam, peristiwa sejarah, himbauan akan kesadaran masyarakat dan hal-hal penting lainnya yang dapat disosialisasikan melalui prangko.